
“Anak-anak muda Betawi itu ‘kan ngajinya sama para Habib, ya diajarin juga Marawisâ€, ujar Syaiful Latief M.Si, pengamat Betawi yang turut memopulerkan kesenian ini pada era 1990-an. Di sela-sela mengaji di langgar atau mesjid, anak-anak Betawi tersebut diajarkan Marawis oleh pemuda-pemuda keturunan Arab yang kebetulan sepengajian.
(more…)
Berbagi
Berbagi
April 21st, 2008

Tepak tepok Marawis menggema di pelosok Jakarta. Inilah akulturasi budaya Arab-Betawi bernuansa dakwah.
“Jangan lihat kecilnye, tapi tepokkannye, beri tepok tangan untuk Al Hisamâ€, pembawa acara memandu tepuk tangan penonton Sabtu siang itu di pelataran mesjid Nurul Iman, Rawa Barat, Kuningan, Jakarta Selatan. Al Hisam adalah grup Marawis terdiri dari 12 anak kecil di bawah usia 12 tahun dari Tebet, Jakarta Selatan. Imut-imut, memakai seragam koko berwarna ungu, berkopiah dan bersyal, anak-anak kecil itu khusyuk menabuh kendang dan bershalawat. Sesekali mereka menunduk, menggoyang badan, dan menepuk lantai di ketukan tertentu sebagai variasi pendukung lagu.
(more…)
Berbagi
Berbagi
April 21st, 2008