“Sudah bolak-balik ganti, eh direkomen sama si Bayu, kepala bengkel BERESS Barito, pake SuperSyn GOLD 10-40 API SL”, komentar Nico JTC di forum Koster (Suzuki-thunder.net). Tambah Nico, semenjak memakai oli ini, motornya ngacir, panas motor tidak terlalu, dan lebih awet karena walapun sudah lewat 3000km masih enak dibawa ngebut. Hanya, Nico lantas mengingatkan, oli ini memiliki kelemahan. Karena jenisnya 10-40 W, dia encer. “Jadi hati-hati kalau motor sil-nya sudah getas, siap-diap olinya pada meler”, tulis Nico.

Oke, inilah salah satu topik yang tak ada habis-habisnya dibahas di berbagai forum dan milis tentang Suzuki Thunder 250 (T250). Ibarat darah pada tubuh manusia, oli amat penting perannya pada mesin T250. Yang pertama kali dipikirkan penyemplak T250 ketika baru memiliki motornya, bisa jadi adalah memilih oli yang tepat.
(more…)
Berbagi
Berbagi
October 31st, 2008
Pernah ada kawan berkomentar tentang Suzuki Thunder 250 (T 250), “knalpotnya kecil”. Sebab itulah salah satunya yang membuatnya urung membeli T 250. Lantas karena melihat knalpot Tiger Revo yang besar, dia kesengsem dan membelinya dengan harga 23 juta. “Dasar orang gak tau motor”, pikir saya, karena dengan uang segitu, dia bisa mendapatkan T 250 full modif bahkan dengan knalpot eks moge sekalipun yang jelas, lebih besar dan mahal daripada knalpot Tiger Revo.
(more…)
Berbagi
Berbagi
October 30th, 2008
Penyemplak Suzuki Thunder 250 (T 250) pasti biasa dengan masalah kelistrikan di motornya. Yang sering kejadian adalah sepul putus atau konslet, kiprok (rectifier) mati, atau kabel body getas. Kalau motornya standar alias tidak menambah asesoris seperti lampu strobo, flash, atau klakson berdaya besar (Hella, Stebel dll), biasa terjadi spul putus/ konslet di usia pemakaian 3 thn. Ada jg yg di bawah 3 thn.
Yang menambah asesoris kelistrikan biasanya lebih cepat kerusakannya. Malah aa yang beberapa kali harus mengganti sepul dalam satu tahun. Kalau sudah begini, kesal jadinya.
(more…)
Berbagi
Berbagi
October 30th, 2008