Masalah Double Kiprok Thunder 250

October 30th, 2008

Penyemplak Suzuki Thunder 250 (T 250) pasti biasa dengan masalah kelistrikan di motornya. Yang sering kejadian adalah sepul putus atau konslet, kiprok (rectifier) mati, atau kabel body getas. Kalau motornya standar alias tidak menambah asesoris seperti lampu strobo, flash, atau klakson berdaya besar (Hella, Stebel dll), biasa terjadi spul putus/ konslet di usia pemakaian 3 thn. Ada jg yg di bawah 3 thn.

Yang menambah asesoris kelistrikan biasanya lebih cepat kerusakannya. Malah aa yang beberapa kali harus mengganti sepul dalam satu tahun. Kalau sudah begini, kesal jadinya.dobel-kiprok.jpg

Sepul memang menjadi masalah klasik yang oleh BERESS sudah diakui sebagai kelemahan T 250. Ini juga yang konon membuat produk ini kurang laku di pasaran. Selain parts yang mahal dan tidak mudah didapat di banyak tempat, masalah sepul dianggap ganjalan memiliki T 250. Bayangkan untuk mengganti sepul standar di BERESS, kocek yang dirogoh mencapai Rp 495 ribu, sedangkan kiprok mencapai Rp200 ribuan.

Solusi dari Bandung

Double Kiprok (DK) konon ditemukan oleh anak-anak Bandung Thunder Club (BTC). Ini dinilai bisa menjadi solusi sepul yang gampang putus. Teorinya, dengan DK, kekuatan arus yang dihasilkan sepul bisa diimbangi dibandingkan hanya single kiprok (standar).

Inovasi ini lantas diekspor ke Jakarta dan sekitarnya. Kini, dengan empat lembar Rp100 ribu (awal 2008), DK dapat diperoleh di salah satu bengkel Jakarta Thunder Club (JTC) ternama di kawasan Jelambar, Jakarta Barat. Itu sudah termasuk biaya pasang. Cara penggabungannya adalah dengan memparalelkan kabel2 dari dan seputar kiprok.

Sudah banyak anggota klub T 250 yang memasangnya. Ada yang bertahan lama ada yang tidak. Saya sendiri, berdasarkan pengalaman memasang DK hanya bertahan 10 bulanan. Itu juga ditambah penderitaan 3 kali mengganti sepul. Untungnya bukan sepul dari BERESS yang muahal itu, tapi gulungan dari Jelambar yang dipatok Rp150 ribu.

Awalnya, saya menyalahkan Jelambar atas kualitas DK-nya. Ditambah pengalaman teman yang kurang lebih sama dan komentar bengkel lain yang menjadi langganan beberapa anak JTC. Termasuk, komentar mekanik di salah satu BERESS yang biasa megang T250 di Jakarta.

Namun kalau saya tinjau ke belakang, ada beberapa hal yang kemungkinan besar menjadi penyebab kegagalan DK saya.

Ganti Semuanya

Ketika mengganti sepul pertama kali sekaligus memasang DK 10 bulanan lalu, saya tidak melakukan hal-hal yang menurut saya dapat berpengaruh atas kinerja kelistrikan T 250, yaitu:

  1. Tidak mengecek kelayakan kabel body. Di usia motor yang hampir 10 tahun mestinya kabel body dicek dan diganti jika diperlukan.
  2. Masih memasang lampu flash variasi dan klakson stebel. Lampu variasi saja memakan daya 100 watt. Sedangkan, jika diitung daya yang dihasilkan dengan DK adalah 140 watt (14 voltase pengisian dari DK dikali 10 dari 10 ampere jenis aki T 250).
  3. Arus dari DK dilangsungkan ke kutub2 aki. Standarnya adalah diputar dulu via kabel body. Ini antara lain berguna untuk mengatasi konslet karena arus akan melewati sekering. Alasan beberapa orang yang juga melangsungkan arus adalah kabel body sudah tua dan dikhawatirkan tidak mampu mengantar arus maksimal.
  4. Tidak mengecek dengan benar kondisi sepul gulungan.

Yang terjadi pada tunggangan saya adalah 2 kali sepul konslet dan 1 kali putus. Karena itu semua speul gulungan Jelambar, lantas saya mencoba sepul dari BERESS. Baru dua minggu, aki tekor lagi, saya panik. Terpaksa dibawa ke BERESS, dan ternyata, DK saya mati.

Akhirnya saya pasang kiprok standar dan mengganti kabel body dengan yang baru. Alhamdulilah hingga sebulan ini belum ada masalah apa2. Malah, langsam dan larinya motor jadi lebih enak dalam artian stabil, malah saya merasa lebih mudah menggapai 120 kpj daripada sebelumnya.

Kesimpulan saya atas pengalaman ini adalah:

Kabel body amat berpengaruh, justru itu yang paling penting. Mestinya ketika sepul putus di awal, saya langsung mengganti kabel body, kiprok, dan aki. Soal kiprok, saya tidak bertendensi negatif, mungkin jika kabel body saya bagus, DK tidak akan mati dalam hanya 10 bulan.

Beji Motor Sport (BMS), salah satu bengkel tempat saya konsultasi juga mengonfirmasi kesimpulan saya tersebut. Malah, dianjurkan kepada saya untuk tidak mengubah2 kelistrikan T250 lagi. Soal DK, kata BMS, ”Kami sudah pernah meriset itu pada 1999”. Dan kesimpulan mereka, kiprok standar masih lebih baik (dalam hal ketahanan).

Tapi yang saya lihat ada juga yang DK-nya bertahan lama hingga 2 tahun, padahal motornya dipakai tiap hari dengan jarak tempuh 100 km per hari, sama seperti saya.

Yah, dari semua pengalaman ini, saya akhirnya tidak mau mengambil risiko lagi dengan kelistrikan T250. Semoga artikel ini berguna untuk teman2.

Entry Filed under: ajisaka, otomotif

11 Comments Add your own

  • 1. odehief  |  October 30th, 2008 at 1:48 pm

    Oh gitu ya, nice info, bisa buat referen kalok ngalami hal serupa.
    Oya, boleh juga kunjungi blog ane yang tentang otomotif di http://otomotiveinfo.blogspot.com , tukeran blogroll etc dan minta saran2.
    Ok, thx beratz…Keep Blogging!!

  • 2. maspry  |  November 18th, 2008 at 10:47 am

    Yup.. setuju bgt mas.. baru aja aku ngalami persis plekketeplek ma pengalaman mas.. sayangnya aku baru baca ni sekarang.. dulu pasang firing montirnya maen tebas2 kabel yang nyatanya sekarang dlm 2 tahun ini bikin kiprok dah ganti 3x sepul 2x (mythundie 125 sekarang sedang merana nih).. anjuran hati2 ma kabel body bener bgt deh.. dari pada kyk saya ni…. kabel body thundie mhal yaa.. 200K blom ma pasang +/- 30K ..wuihh..ok thanks ya mas..

  • 3. BATMAN  |  November 19th, 2008 at 6:34 pm

    kiprok,,standar lebih baik.. soalnya gw skarang pengen DK tapi lagi ga punya duit a.k.a bokek huhuhuhuhu…. :(

  • 4. Andika  |  December 3rd, 2008 at 2:35 pm

    Kiprok standar aja susah (ga selalu ada). Kiprok baru jebol nih, mana akhir tahun. Nyari susah. Di Barito aja ga ada stok.
    Ada yang punya info lagi nyarinya dimana?

  • 5. fatah  |  December 17th, 2008 at 7:47 pm

    gue juga setuju kiprok standar jauh lbh baik,palagi gue sebagai mekanik beres penyeplak T250,oh ya kalo ada yang mau lego CDI T250 dgn harga miring please kontak gue ya di fatak_szk@yahoo.co.id

  • 6. asdas  |  January 8th, 2009 at 10:08 pm

    tok2..
    hai bro, mau gabung nih
    gini, ane punya thundie 250cc seri tahun 2003.
    nah belakangan hari, kalo mlm, lampu besar, reting, lampu rem gas langsung ngedrop.
    berlulang kali ke Suzuki juga gak ketemu solusinya. terakhir servis ternyata kabel massa nya yang bermasalah. setelah di perbaiki, ternyat kumat lagi. singkat kata, tenaga suka ngderop kalo dipake pada waktu malam hari.
    n yang kedua, kenapa starter nya selalu gak kuat kalao dipake setelah beraktifitas.?

  • 7. anarchycepete  |  January 17th, 2009 at 8:19 pm

    HEHEHE sama tuh bro.solusinya apa ya.klo ada tmn yang yau kabari dong secepatnya.soalnya udah putus asa nih mau di jual.hix

  • 8. ajisaka  |  January 19th, 2009 at 2:09 pm

    at asdas: ya itu mah sepul biasanya. dah cek semua jalur dan komponen kelistrikan? T250 itu ringkih jika salah satu komponen kelistrikannya ada yang error. jadi, mending dicek n kalo ada duitnya ganti seluruh jalur dan komponen seperti kiprok, spul, aki, n kabel body, kalo gak ada duit, ganti spul ama kabel body dulu aja..itu yg menurut ane penting banget…

    at anarchycepete: motor mau dijual? spesifikasi n harga dong, mang ada yg cari nih…

    at batman: coba beress saharjo, sena kebon jeruk 7, beress kalimalang, sunter, kalo gak ada semua, tambun lah…

  • 9. budi  |  February 5th, 2009 at 9:00 am

    Masa iya sih motor baru Shogun RR bisa dihematkan 47,5% hanya dengan oxyhydrogen?
    Produk kami telah dimuat di tabloid otomotif dan majalah motor, berikut beritanya, tks.
    Rekan, dengan semakin lama mendalami pembuatan hidrogen boster untuk irit bbm (bahan bakar minyak), efisien (penghemat energi), alat ini berupa Hidrogen HHO fuel saver hydrogen energy generator cell kit accelerator sistem plate buatan Indonesia bisa digunakan di mesin bensin & diesel.

    Info Produk hydrogen booster/ boster hidrogen/ hho generator aDHydro di majalah MOTOR Hydrogen Booster terbukti meningkatkan performa mesin, dengan cara menambah pasokan zat hydrogen ke dalam ruang bakar. Maka salah satu diantaranya yang diklaim berhasil adalah produk lansiran ADHYDRO ini. Ini adalah produk kedua yang telah mengalami penyempurnaan dan mengusung kelebihan non boiling point, dan mampu menghasilkan lebih banyak hidrogen buat mesin.Alat ini hanya menggunakan media air murni (air “AQUA”), yang dimasukkan ke dalam tabung yang tersedia. Lalu air tersebut akan mengalami pengaliran aliran listrik pada elemen yang tersedia di dalamnya, yang otomatis akan menghasilkan gas hidrogen. Pemasangannya pun cukup mudah, karena seudah berbentuk paket. Hanya tinggal sambungkan ke intake manifold.Oh ya, selain keuntungan peningkatan performa yang signifikan, ternyata pemakaian hidrogen booster ADHYDRO ini, diklaim mampu mengefisienkan pemakaian bahan bakar yang berimbas pada lungsuran gas buang yang lebih bersahabat. Bahkan asap knalpot pun tercium seperti uap rebusan air. Untuk keterangan lebih lanjut silahkan kontak penjualnya!
    http://pengiritbbm.blogspot.com/2008/12/adhydro-static-mobil-di-majalah-motor.html
    http://pengiritbbm.blogspot.com/2008/12/adhydro-hho-variable-motor-di-tabloid.html
    http://www.pengiritbbm.blogspot.com

  • 10. anarchycepete  |  February 6th, 2009 at 2:54 pm

    jual tahun 1999,stnk sampe 10-2009.
    klo kondisi bagus kena berapa?

  • 11. Budi  |  February 27th, 2009 at 12:01 am

    Langkah Mudah Pasang aDHydro HHO Variable Motor http://pengiritbbm.blogspot.com/2009/02/langkah-mudah-pasang-adhydro-variable.html
    26 Februari 2009
    Langkah Mudah Pasang aDHydro HHO Variable Motor
    1. Wah, ada batu stone aquarium, dipasang dimana ya? Alat ini berfungsi sebagai fire back stopper/ penghambat api balik yang HARUS dipasang jika motor anda sistem 2 langkah/ 2 tak, pemasangan dilakukan pada box filter/ kotak saringan udara.

    2. Nah, buat lubang di box sedekat mungkin dekat dengan pipa karet yang terhubung ke karburator, sebaiknya di sisi kanan/ kiri, jangan di atasnya, kenapa? Karena jika sampai ada tetesan air dari botol akan jatuh ke box filter, bukan langsung terhisap mesin, tidak masalah jika hanya 1-2 tetes saja, tetapi akan buat mesin kotor, perhatikan level ketinggian air. Pemasangan dari sisi dalam box filter, dan akan terlihat hanya niple/ nepelnya saja dari luar untuk memasang slang, gunakan lem yang kuat dan tidak ada kebocoran udara, sebaiknya pakai plastic steel/ lem besi/ lem campur/ araldite.

    3. Nah, setelah nepel dipasang, pasang slang udara ke nepel tersebut. Jika susah slang bisa dipanaskan dulu dengan api korek/ pemanas listrik. Hati-hati BBM di motor anda mudah terbakar.

    4. Sisakan 5cm slang untuk dibakar ujungnya dengan api korek/ pemanas listrik, dan dijepit dengan tang, kita sebut slang BUNTU.

    5. Pasang slang buntu di bagian bawah botol, berguna untuk menguras botol yang cukup sering, 2 hari sekali untuk perjalanan jauh dan 4 hari sekali untuk perjalanan dekat, acuannya setiap isi 2-3 liter BBM sebaiknya kuras botol.

    6. Botol diisi dengan air sampai setengah jendela yang ada terisi air, pakailah AQUA/ air mineral merek ‘AQUA’. Jangan mengisi terlalu banyak supaya air tidak masuk ke mesin. Penutupan tutup putih jangan terlalu kuat, secukupnya karena sudah ada seal karet di tutup botol tersebut. Kenapa harus “AQUA”? karena “AQUA”TDS/ hambat jenisnya sesuai dengan alat yang kami buat, dihitung impedansinya sesuai dengan “AQUA”, trus “AQUA” nggak ada kuman/ mikroorganisme/ bakteri/ ganggang/ kuman, jika ada kandungan tersebut (air ledeng, sumur, sungai, kolam DILARANG DIPAKAI) maka air akan HITAM dalam 10 menit pemakaian dan sel elektroda akan tersumbat, susah dibersihkan/ rusak.

    7. Pemasangan untuk motor sistem 4 langkah/ 4 tak bisa langsung ke lubang masuk dari box filter seperti pada gambar, biasanya ada 2 buah di kanan-kiri box untuk tipe motor bebek.

    8. Pemasangan pipa dengan sistem clip on, artinya tusuk dan langsung kuat erat terpasang, jika mau melepasnya harus menekan ring warna biru ke dalam dan pipa dapat dengan mudah dicopot untuk perawatan kuras botol.

    9. Pasang kabel dengan terminal kuning pas di baut botol tersebut, polaritas kabel tidak masalah, boleh mana saja, tetapi jangan ada kabel yang kena bodi/ masa motor karena kedua kabel ada tegangan listriknya yang bukan merupakan tegangan masa/ 0 Volt.

    10. Pemasangan elektronik dan botol secara keseluruhan seperti ini. Kemana 2 kabel yang dipegang? Kabel itu dipasang pada spul/ kumparan generator motor, jangan pada aki. Posisikan elektronik resonator di tempat yang tidak mudah terkena air seperti dibawah jok, di rangka mesin, di bagasi, di bawah tangki bbm, yang terlindung dari cipratan air.

    11. Kiprok atau dioda penyearah dan pengisian aki terhubung langsung pada spul di motor, kita mencari kiprok karena akan memasang di kabel yang ke arah spul.

    Dengan pemasangan ini maka sistem pengisian aki tidak terganggu dan tidak ada gejala aki tekor.

    Pasanglah kabel hitam pertama antara spul yang ke lampu/ kuning atau ke pengisian/ putih, kabel hitam kedua ke massa/ hitam.
    Coba balik/ tukar kabel hitam yang ada apakah gas lebih banyak? Pilihlah yang lebih besar gasnya.
    Jika ada keluhan lampu kurang terang, maka pasanglah pada spul yang ke pengisian/ putih. Warna kuming, putih dan hitam bisa berbeda tergantung motor.
    Jangan dipasang kedua nya pada spul (kuning dan putih), hasil gas besar tetapi terlalu besar sehingga berakibat kelistrikan motor terganggu atau botol kepanasan/ lumer/ tidak garansi dari kami, karena tegangan masuk berlebihan.

    Perlu dicatat, anda bisa memilih kombinasi kabel dengan produksi gas lebih sedikit dengan alasan:
    1. HHO yang diproduksi diperoleh dari listrik motor yang adalah energi mesin yang tersedot ke spul dan akan membebani mesin. Idealnya dengan HHO sedikit, tetapi efek irit maksimal. Alat kami mengunakan energi dari motor itu sendiri untuk menyempurnakan pembakaran, jadi pertimbangkan, test untung rugi pengiritan BBM motor anda berbanding dengan jumlah HHO yang terjadi.
    2. Makin banyak HHO umur elektroda botol semakin singkat (elektroda termasuk alat yang habis terpakai/ consumable parts), bahkan jika kepanasan botol akan rusak, kalau dipaksa malah spul motor kita kepanasan dan juga beresiko rusak.
    3. Jika anda membuat HHO dari batere/ aki terpisah dari sistem motor, maka buatlah HHO sebanyak-banyaknya karena itu merupakan energi yang dimasukkan ke sistem motor anda dengan resiko anda harus mencharge aki setiap berhenti.
    4. Produksi HHO semakin banyak belum tentu semakin baik. Ada setelan yang pas sehingga HHO nya pas dan tidak terlalu membebani/ mengganggu kerja mesin dan kelistrikannya.

    Garansi botol dan elektroda diberikan selama 2(dua) bulan untuk botol yang tidak berfungsi ketika dipasang, kondisi tukar tanpa biaya hanya jika botol masih baru, setelah dipasang tidak ada produksi gas HHO, jika sudah ada kotoran sisa elektrolisa/ sel tipis/ kepanasan/ meleot maka tidak diberikan garansi.
    Kami TETAP menerima PENUKARAN botol rusak karena kepanasan ataupun elektroda rusak karena telat ganti air hanya dengan biaya Rp. 90.000,-.
    Juga untuk elektronik resonator jika rusak dibawah 6(enam) bulan maka bisa ditukarkan gratis, jika lebih maka dilayani PENUKARAN dengan biaya Rp. 75.000,-

    Harga tersebut diluar ongkos kirim/ ongkos pasang. Kami tidak menjual botol elektroda atau elektronik resonator terpisah, kami jual paket, tetapi kami melayani PENUKARAN part yang rusak dengan harga murah demi mempelajari kerusakan alat yang terjadi. Alat yang sudah pernah dibongkar paksa/ sengaja tidak dapat ditukarkan. Hal ini untuk meningkatkan mutu alat kami di kemudian hari.

    Labels: Motor, Pengetahuan

Leave a Comment

Required

Required, hidden

anjing

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Feeds

Categories

Recent Posts

Links

Indonesian Muslim Blogger

Tags

Meta